BAB VI. DISTRIBUSI NORMAL,
DISTRIBUSI T, dan DISTRIBUSI F DISTRIBUSI NORMAL Distribusi normal adalah
distribusi dari variabel acak kontinu. Kadang-kadang distribusi normal disebut
juga dengan distribusi Gauss. Distribusi ini merupakan distribusi yang paling
penting dan paling banyak digunakan di bidang statistika. Fungsi densitas
distribusi normal diperoleh dengan persamaan sebagai berikut: dimana π = 3,1416
e = 2,7183 µ = rata-rata σ = simpangan baku Persamaan di atas bila dihitung dan
diplot pada grafik akan terlihat seperti pada Gambar 1 berikut: Gambar 1. kurva
distribusi normal umum Sifat-sifat penting distribusi normal adalah sebagai berikut:
1. Grafiknya selalu berada di atas sumbu x 2. Bentuknya simetris pada x = µ 3.
Mempunyai satu buah modus, yaitu pada x = µ 4. Luas grafiknya sama dengan satu
unit persegi, dengan rincian a. Kira-kira 68% luasnya berada di antara daerah µ
– σ dan µ + σ b. Kira-kira 95% luasnya berada di antara daerah µ – 2σ dan µ +
2σ c. Kira-kira 99% luasnya berada di antara daerah µ – 3σ dan µ + 3σ Membuat
kurva normal umum bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Lihat saja rumus untuk
mencari fungsi densitasnya (nilai pada sumbu Y) begitu rumit. Oleh karena itu,
orang tidak banyak menggunakannya. Orang lebih banyak menggunakan DISTIBUSI
NORMAL BAKU. Kurva distribusi normal baku diperoleh dari distribusi normal umum
dengan cara transformasi nilai x menjadi nilai z, dengan formula sbb: Kurva
distribusi normal baku disajikan pada Gambar 2 berikut ini. Gambar 2. Kurva
distribusi normal baku Kurva distribusi normal baku lebih sederhana dibanding
kurva normal umum. Pada kurva distribusi normal baku, nilai µ = 0 dan nilai
σ=1, sehingga terlihat lebih menyenangkan. Namun, sifat-sifatnya persis sama
dengan sifat-sifat distribusi normal umum. Untuk keperluan praktis, para ahli
statistika telah menyusun Tabel distribusi normal baku dan tabel tersebut dapat
ditemukan hampir di semua buku teks Statistika. Tabel distribusi normal bakui
disebut juga dengan Tabel Z dan dapat digunakan untuk mencari peluang di bawah
kurva normal secara umum, asal saja nilai µ dan σ diketahui. Sebagai catatan
nilai µ dan σ dapat diganti masing-masing dengan nilai dan S. Distribusi t
Distribusi t merupakan salah satu pengembangan dari Distribusi z. Secara
prinsip penggunaan Distribusi t digunakan untuk membandingkan rata-rata dari
dua sampel. Rata-rata dua sampel tersebut dibandingkan untuk mengetahui apakah
dua data tersebut mempunyai beda. Distribusi biasanya digunakan untuk data yang
banyak sampelnya kurang dari sama dengan 30. t di definisikan sebagai berikut:
Dari definisi nilai t di atas, ada beberapa nilai yang perlu kita ketahui:
sehingga inputan data di atas sebaiknya anda tahu. Contoh ada nilai siswa
sebagai berikut: Nilai 66 40 75 64 65 71 66 81 65 50 Apakah nilai data tersebut
rata-ratanya sama dengan data yang lain yang rata-ratanya 60? Dari data di atas
diperoleh nilai sebagai berikut: Misalkan taraf signifikansinya 0.05, nilai
derajat kebebasan data tersebut dk = 10 - 1 = 9. Dari tabel distribusi t
didapatkan : Sedangkan nilai t hitung bisa diperoleh dari : Dari nilai tersebut
diperoleh Kesimpulannya data diatas tidak berbeda signifikan dengan data yang
rata-rata populasinya 60. Distribusi F (ANOVA) ANOVA kepanjangan dari Analysis
of Variance. Distribusi yang ditemukan oleh seorang ahli statistika bernama R.A
Fisher pada tahun 1920. Distribusi F (ANOVA) adalah prosedur statistika untuk
menghitung apakah rata-rata hitung drai 3 populasi atau lebih sama atau tidak.
Distribusi ini digunakan untuk menguji rata-rata dari tiga atau lebih populasi
sekaligus untuk menentukan apakah rata-rata itu sama atau tidak. Distribusi F
(ANOVA) terbagi menjadi 2 klasifikasi: 1. Klasifikasi satu arah Klasifikasi
satu arah adalah sebuah klasifikasi pengmatan yang hanya didasarkan pada satu
kriteria. 2. Klasifikasi dua arah Klasifikasi dua arah adalah suatu pengamatan
yang didasarkan pada dua kriteria seperti varietas dan jenis pupuk.suatu
pengamatan dapat diklasifikasikan menurut dua criteria dengan menyusun data
tersebut menjadi baris dan kolom, kolom menyatakan kriterika klasifikasi yang
satu sedangkan baris menyatakan criteria klasifikasi yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar